umroh plus turki 2018 paket umroh november paket umroh desember paket umroh ramadhan 2018 travel umroh jakarta timur daftar haji plus promo umroh 2018 paket haji plus 2018 paket umroh ramadhan travel umroh haji paket umroh akhir ramadhan

diposkan pada : 00-00-0000 00:00:00 Perbedaan Biaya Haji Plus dan Haji Reguler

Biaya haji plus memang terbilang lebih mahal dibandingkan biaya haji regular. 08111-34-1212 Ya, seringkali kita dengar di dalam pemberitaan mengenai ibadah haji, terdapat 2 jenis prosesi ibadah haji, yakni ibadah haji regular dan haji plus. Tentunya banyak orang yang masih bingung untuk membedakan kedua jenis ibadah haji tersebut.

Sistem antrian ibadah haji atau dinamakan siskohat dengan harus menunggu hingga bertahun-tahun biasanya berlaku bagi haji regular.

Sedangkan untuk dapat menempuh siskohat lebih pendek umumnya orang memanfaatkan ibadah haji plus. Akan tetapi, sama halnya dengan travelling plus, biaya naik haji plus ini lebih mahal dibandingkan haji regular.

biaya haji plus


Perbedaan Haji Plus dan Haji Reguler
Untuk lebih jelasnya mengenai biaya haji plus yang lebih mahal dibandingkan haji regular, berikut beberapa ulasan perbedaan mengenai kedua prosesi ibadah haji tersebut diantaranya :
1.  Biaya
Seperti yang sudah dibicarakan diatas, bahwa biaya haji regular lebih murah daripada biaya haji plus. Biaya haji regular saat ini berkisar antara USD $ 3.000- $ 4.000. Dimana biaya tersebut biasanya belum ditambah biaya bimbingan untuk haji regular, entah itu di Indonesia ataupun di tanah suci yang berkisar Rp. 3 jutaan. Demi memperoleh kepastian pemberangkatan untuk haji regular sendiri, umumnya Jemaah mesti menyetorkan terlebih dulu sejumlah uang yang ditetapkan tergantung dari masing-masing pihak travel itu sendiri.
Sementara itu, biaya haji plus sendiri berkisar USD $ 8.000 hingga USD $ 10.000 yang bisa saja bertambah bergantung pada penyelenggaraan ibadah haji plus tersebut termasuk dari lamanya Jemaah haji ini di tanah air. Umumnya biaya tersebut telah termasuk biaya bimbingan untuk haji plus, entah itu di tanah air ataupun di tanah suci. Sama halnya dengan haji regular, untuk menyelenggarakan haji plus ini dengan pasti, Jemaah setidaknya harus menyetorkan DP sebesar setengahnya dari biaya keseluruhan ibadah haji plus


2.   Daftar Tunggu Untuk Pemberangkatan
Waiting list atau daftar tunggu pemberangkatan para calon Jemaah haji plus tentunya lebih cepat dibandingkan calon Jemaah untuk haji regular. Seperti misalnya, calon Jemaah untuk haji plus melakukan pendaftaran pada tahun 2016 ini dan bisa jadi pada tahun yang sama langsung berangkat atau waktu paling lama beberapa tahun berikutnya yakni pada tahun 2021. Jika haji regular waiting listnya umumnya bergantung pada tiap-tiap daerah asal, dimana ada yang kira-kira 15 tahun pemberangkatan, 20 tahun hingga lebih.
Sesudah mendaftar dengan uang muka tertentu, dipastikan bahwa calon untuk Jemaah haji regular memperoleh nomor porsi. Dimana nomor porsi ini adalah nomor urut calon Jemaah yang telah terdaftar pada dokumen komputerisasi untuk haji terpadu, yakni bernama Siskohat tadi. Kemudian para calon Jemaah haji regular pun telah masuk pada daftar tunggu pemberangkatan. Pada haji plus sendiri, Jemaah setidaknya mesti melakukan penyetoran paling sedikit sebesar USD $ 5.000 untuk memperoleh kepastian pemberangkatan.

biaya haji plus 2017


3.  Konsumsi dan Akomodasi
Dikarenakan biaya haji plus 2017 lebih mahal, biasanya keperluan makanan saat di tanah suci telah ditanggung serta disediakan pihak penyelenggara. Misalnya saja seperti minuman dan makanan yang telah disediakan oleh pihak hotel, jadi tak usah repot-repot untuk memikirkan konsumsi. Namun berbeda dengan para Jemaah haji regular, dimana selama berada di Mekkah mereka wajib mengusahakan makanan sendiri sehari-hari. Para Jemaah pun dapat masak sendiri, atau beli dari catering maupun rumah makan.

Umumnya akomodasi serta konsumsi untuk Jemaah haji regular sendiri selama di tanah suci yaitu :

  • 6 hari di kota Madinah, maka seluruh keperluan konsumsi makanan para Jemaah haji akan ditanggung pihak hotel. Dimana semuanya gratis, 1 hari memperoleh jatah makanan sebanyak 2 kali. Berupa 1 kotak makanan yang lengkap bersama lauknya, belum lagi timbah dengan 1 botol air mineral berikut buah-buahan. Maktab atau penginapan di Madinah umumnya ditempatkan di area hotel-hotel terdekat dari Masjid Nabawi, dengan begitu para Jemaah pun tak harus mengeluarkan biaya ongkos saat naik taksi, melainkan cukup berjalan kaki saja.
  • Kemudian 4 hari di Arafah, Mina dan Muzdalifah, konsumsi akan ditanggung pihak maktab, dengan begitu Jemaah tak perlu mengeluarkan biaya sama sekali.
  • Sedangkan sekitar selama 20 hari di Mekah, maka seluruh konsumsi asupan makanan ditanggung oleh jamaah sendiri

 

4.   Penginapan
Letak penginapan merupakan hal terpenting untuk Jemaah haji, sebab begitu berpengaruh terhadap kenyamanan dan rutinitas ketika menjalankan ibadah haji. Entah itu di Masjidil Haram ataupun di Masjid Nabawi. Para Jemaah haji plus ini biasanya menempati area penginapan di lingkungan Masjidil Haram yang jangkauannya lebih dekat. Dengan begitu bisa dipastikan bahwa mereka bisa memaksimalkan semua kegiatan ibadah saat di Masjidil Haram. Seperti dapat menunaikan shalat 5 waktu dengan berjamaah, dan bisa sewaktu-waktu melaksanakan aktivitas lainnya sesuai kemauan dan kemampuan para Jemaah haji.
Sementara Jemaah haji regular ketika berada di Mekah akan ditempatkan di lokasi yang bermacam-macam. Seperti rata-rata diletakkan di ring 1 dengan jarak 2 km maksimal dan ring 2 dengan jarak maksimal 4 km dari lokasi Masjidil Haram. Biasanya Jemaah haji, selama 2 kali sehari melakukan aktivitas berangkat pulang di Masjidil Haram, dimana untuk berjalan tentunya memerlukan jarak tempuh sekitar 16 km tiap harinya. 


Sementara itu, di Madinah sendiri penempatan Jemaah haji dan umroh regular dan haji plus memiliki jarak yang hampir sama di Masjid Nabawi, yakni sekitar 250-500 meter. Akan tetapi, ada pula Jemaah haji regular ditempatkan di sekitar 1 km lebih namun sangat jarang. Hanya saja yang membedakannya yaitu kelas beserta jenis makanannya. Entah itu, Jemaah haji plus atau regular sendiri dapat melakukan shalat berjamaah wajib 5 waktu di Masjid Nabawi disebabkan kemudahan serta jarak penginapan lebih terjangkau bila dibandingkan saat tinggal di Mekkah. Dengan kata lain, melalui biaya haji plus yang lebih mahal tersebut tentunya bisa mendapatkan berbagai fasilitas lengkap yang tak dapat diperoleh dari Jemaah haji regular karna perbedaan biaya haji plus ini.

 

 
Artikel lainnya »

Artikel lainnya »