umroh plus turki 2018 paket umroh november paket umroh desember paket umroh ramadhan 2018 travel umroh jakarta timur daftar haji plus promo umroh 2018 paket haji plus 2018 paket umroh ramadhan travel umroh haji paket umroh akhir ramadhan

diposkan pada : 00-00-0000 00:00:00 Inilah 6 Masjid yang ada di Mekah yang Wajib Diketahui

Inilah 6 Masjid yang ada di Mekah yang Wajib Diketahui - Mekah identik dengan Masjidil Haram, masjid utama umat Islam yang ada di Tanah suci. Masjid ini menjadi pusat ritual haji dan umrah. Shalat di Masjidil Haram sama dengan 100.000 shalat. Namun selain Masjidil Haram berada di Mekah juga terdapat masjid-masjid lainnya. Jumlah sedikitnya ada enam masjid yang terkenal dan tersebar di beberapa sudut Kota Mekah. Masjid-masjid ini selalu dikunjungi jamaah haji dan umroh. 


Enam Masjid tersebut adalah:
1. Masjid Ar Rayah
Masjid ini letak keberadaannya ada di sebelah atas Masjidil Haram, tepatnya di kawasan Judriyah. Lebih detilnya berada di tanjakan al Mudda'a ke arah al Ma'la. Antara masjid dan rumah-rumah penduduk berada di gang sempit yang menuju ke arah jalan raya.
Di tempat ini juga terdapat sumur Jubair bin Muth'im bin Uday bin Naufal. Sumur ini disebut juga sumur al Ulya. Karena letaknya ada di gang sempit antara masjid dan rumah penduduk sehingga tidak banyak yang mengetahui keberadaan sumur ini.
Dalam bahasa Arab, Ar Rayah yang artinya bendera. Sejarahnya, pada saat Nabi Muhammad SAW menaklukkan kota Mekah pada tahun 8 Hijriyah dan sempat singgah di sumur ini. Maka, Di sana Rasulullah SAW berdiri bersama tentara muslim yang berjumlah sekitar 10.000 dan menancapkan bendera, kemudian shalat di tempat tersebut.

2. Masjid Al Kheif
Masjid ini sebenarnya berada di sekitar Mina. Dan dinamakan dengan nama Kheif karena terletak di tepi turunan bukit yang keras dan di atas tempat turunnya air. Al Kheif dalam bahasa Arab yang berarti tempat naik dan turun permukaan gunung.
Masjid Al Kheif ini terletak di samping selatan bukit Mina, tidak jauh dari tempat melempar jumrah shughra dan kerap dikunjungi jamaah haji dari seluruh pelosok dunia. Mereka mengambil keberkahannya karena masjid ini mempunyai keistimewaan. Rasulullah SAW bersabda, "Telah shalat di Masjid Kheif 70 nabi, di antara mereka Nabi Musa AS, seolah-olah aku seperti melihatnya memakai dua pakaian ihram terbuat dari katun, ia berihram di atas unta." (HR al-Mundhiri di kitab al-Targhib wa al Tarhib)
Masjid Kheif merupakan tempat shalat Rasulullah SAW selama beliau tinggal di Mina dan telah ditentukan tempatnya saat beliau di masjid tersebut. Tempat shalat Nabi SAW yang dahulu sebelum direnovasi sangat populer dan diketahui yaitu di kubah yang letaknya di tengah masjid.
Syeikh Al Azraqi meriwayatkan dari kakeknya dari Abdul Majid dari Ibnu Juraih dari Ismail bin Umayah, sesungguhnya Khalid bin Madhras mengabarkan bahwa ia telah melihat beberapa orang tua dari kabilah al Anshar mencari tempat shalat Rasulullah SAW di Masjid Kheif di muka menara masjid.

3. Masjid Al Jin
Masjid ini adalah telah menjadi saksi bisu ketika jin kafir memutuskan hijrah dan memeluk agama Islam. Kisah jin kafir yang memeluk Agama Islam bermula pada saat Rasulullah SAW sedang melafazkan Al quran di dalam masjid tersebut. Mendengar suara Rasulullah SAW yang sangat merdu, para jin pun mendekati Rasulullah dan mereka lalu menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW.

4. Masjid Asy Syajarah
Masjid ini berarti Masjid Pohon yang dinisbatkan kepada sebuah pohon yang letaknya sangat berdekatan dengan Masjid Jin, kurang lebih 3 km dari Masjidil Haram. Diriwayatkan di tempat masjid tersebut Nabi Muhammad SAW pernah memanggil pohon untuk ditanya tentang sesuatu. Pohon itu lalu datang memenuhi panggilan tersebut.
Pohon itu mendekati Rasulullah lengkap dengan batang dan akarnya seperti tercabut langsung dari tanah, kemudian berhenti di hadapan Nabi SAW. Setelah selesai urusan Nabi SAW, pohon itu diperintahkan untuk kembali ke tempatnya semula.

5. Masjid Namirah
Masjid ini terletak di Arafah dan wadi Uranah. Di masjid ini atau di mana pun di Arafah dianjurkan kepada jamaah haji untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan ashar jama dan qashar dua rakaat-dua rakaat dengan satu azan dan dua kali iqamah, sesuai dengan yang dilakukan Rasulullah SAW saat melaksanakan haji wada dan berwukuf di Arafah.
Di sini pula Rasulullah SAW berkhutbah. Di tempat khutbah Rasulullah SAW inilah yang kemudian dibangun Masjid Namirah pada pertengahan abad kedua oleh penguasa Abbasiyah dan diberi nama Namirah. Pemberian nama ini karena letaknya berdekatan dengan bukit kecil yang berada di sebelah barat Masjid. Bukit itu bernama Namirah.
Dari sebagian Masjid Namirah yang ke arah timur terletak di Wadu Uranah. Tempat ini tidak termasuk Arafah dan Rasulullah melarang berwukuf di tempat tersebut, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW saat haji wada, "Aku berwukuf di sini dan Arafat seluruhnya tempat untuk wukuf, kecuali wadi Uranah." baca juga tata cara wukuf
Wadi itu sangat dekat dengan Arafah. Adapun masjid yang mengarah ke barat masuk dalam wilayah Arafah. Masjid Namirah pada saat ini berukuran sangat besar, kurang lebih 8.000 meter persegi, memiliki 64 pintu masuk, 6 menara dan memuat sebanyak 350 orang untuk shalat di dalamnya.
Masjid Namirah dikenal dengan nama julukan masjid Ibrahim atau masjid Arafah. Setelah perluasan masjid ini terbagi menjadi dua, sebelah muka tidak termasuk Arafah dan sebelah belakang termasuk bagian dari Arafah. Di bagian muka dan belakang masjid Namirah ada papan petunjuk arah yang menuju Arafah dan bukan Arafah.


6. Masjid Al Bai'at
Masjid ini terletak di Mina, 7 km dari Mekah, berjarak kurang lebih 300 meter dari lokasi jumrah Aqabah. Masjid ini mempunyai nilai penting dalam sejarah perkembangan Islam. Di tempat ini Rasulullah SAW menerima bai'at 12 orang laki-laki dari kabilah Aus dan Khazraj yang datang dari Madinah.
Mereka bertemu Rasulullah di Aqabah dan menggelar bai'at untuk beriman kepada Allah SWT dan RasulNya, tidak mempersekutukan Nya, menaati perintah Nya dan menjauhi larangan Nya. Sehingga Bai'at ini dinamakan Bai'at Aqabah pertama di tahun 12 Hijriyah.
Di tempat yang sama pada tahun 13 Hijriyah, misi dari kota Yatsrib (kini Madinah) datang kembali, terdiri dari 73 laki-laki dan 2 wanita. Mereka menghubungi Rasullah untuk bertemu di Aqabah. Rasulullah yang datang bersama pamannya yaitu Abbas melakukan gelar bai'at yang kedua di Aqabah. Di sinilah terjadi kesepakatan untuk melindungi Rasulullah SAW jika berhijrah ke Madinah, memerangi orang-orang yang memerangi mereka dan berdamai dengan orang yang berdamai dengan mereka.


Kemudian Rasulullah SAW meminta kepada misi dari Yastrib ini untuk memilih 12 di antara mereka untuk berbai'at dengan apa-apa yang telah disepakati. Kemudian terpilihlah sembilan orang dari kaum Khazraj dan tiga orang dari kaum Aus. Bai'at ini dinamakan Bai'at Al Aqabah kedua.

Artikel lainnya »

Artikel lainnya »