CALON HAJI DI HIMBAU BERSIAP AGAR MAMPU BERJALAN JAUH

Diposkan pada : 14-03-2017 11:08:11
Calon Haji di Himbau Bersiap Agar Mampu Berjalan Jauh_Calon Haji di Himbau Bersiap Agar Mampu Berjalan Jauh.jpg

Calon Haji - Waktu terus berlalu, tanpa terasa perenovasian Masjidil Haram akan segera tuntas. Semenjak bulan suci Ramadhan yang lalu bentuk perluasan mataf (pelataran tawaf) sudah bisa terlihat dengan jelas. Pada bagian bangunan yang berbentuk kerucut warna putih dari peninggalan Kesultanan Otoman sudah tidak akan terlihat lagi. Satu persatu pilar, atap, dan tembok banguan yang berdiri pada tahun 1920-an telah dirobohkan. Lantai mataf semakin meluas hingga makin terasa lapang ketika melakukan thawaf.

Saat itu, sebelum tiba bulan suci Ramadhan atau berbarengan dengan penggusuran bangunan pada atap yang berbentuk kubus putih tersebut, tempat thawaf sementara knock down juga turut dibongkar. Satu persatu besi penyangganya dilepas. Waktu pagi, siang, malam dan ratusan pekerja sibuk melakukan pembongkaran bangunan tersebut. Pekerjaan hanya berhenti ketika waktu shalat sudah tiba.

Maka keluhan yang dirasakan pada saat melakukan thawaf di lantai dasar atau berada di tempat thawaf di seputaran Ka’bah terasa sesak kini sudah mereda. Namun, meski berbagai penyekat yang ada dari proyek perluasan masjidil haram dan bangunan lama di sekitar mataf itu sudah tidak ada lagi, khusus untuk jamaah yang menggunakan kursi roda  tetap saja dilarang untuk melakukan thawaf di mataf. Mereka diperintahkan untuk melakukan thawaf di lantai dua Masjidil Haram.

Sebagai akibat kian sempurnanya perluasan pada Masjidil Haram, maka bangunan ini pun akan segera semakin luas dan lapang. Bangunan masjid baru yang terletak di samping belakang kini sudah siap untuk disambungkan. Tinggal beberapa pengerjaan finishing yang masih sedang dikerjakan seperti pemasangan lantai, pembuatan jembatan dan pengerjaan berbagai panel listrik, pendingin udara, dan lain sebagainya.

Memang bagi jamaah umrah atau jamaah haji yang berusia muda dan masih berbadan sehat suasana masjid yang lapang dan indah kini telah hadir di depan mata. Luas lantai thawaf di mataf menjadi berlipat-lipat, kapasitasnya empat kali dari yang sebelumnya. Dipastikan, suasana yang berdesakan akan terus berkurang terutama di masa akhir bulan suci Ramadhan dan pada saat puncak haji.

Namun, setelah pasca perluasan lantai mataf usai,  beban baru jamaah pun lanjut usia atau mereka yang jamaah yang mengunakan kursi roda semakin berat. Mereka harus melakukan thawaf di lantai dua Masjidil Haram. Akibatnya, jarak tempuh putaran thawaf menjadi semakin panjang dan lama. Setiap satu putarannya akan mencapai sekitar  1km. Jadi kalau jumlah putaran thawaf sudah mencapai tujuh putaran, maka nanti jamaah lansia dan yang mengenakan kursi roda tersebut, harus menempuh perjalanan hingga lebih dari 7km.

Tentu saja, setelah melakukan thawaf untuk menyelesaikan ibadah haji atau umrah sebelum diperbolehkan melakukan tahallul, para jamaah juga diharuskan untuk melakukan sa’i. Proses tersebut dilakukan untuk mengenang gerak Siti Hajar yang ini dilakukan dengan berjalan biasa hingga berlari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali, maka bila satu putaran thawaf jaraknya mencapai 500 m, maka untuk menempuh tujuh kali jalan tersebut jamaah pun harus berjalan hingga 3,5 km.

Alhasil bila ditotalkan, untuk bisa menyelesaikan prosesi thawaf dan sa’i seorang jamaah haji dan umrah harus bisa menempuh perjalanan sekitar 11 km. Sebuah jarak yang lumayan sangat jauh. paket umrah 2017