PERSYARATAN KEMENAG PEMBIMBING HAJI WAJIB IKUT SERTIFIKASI

Diposkan pada : 23-03-2017 22:59:11
Persyaratan Kemenag Pembimbing Haji Wajib Ikut Sertifikasi_Persyaratan Kemenag Pembimbing Haji Wajib Ikut Sertifikasi.jpg

Sertifikasi Pembimbing Haji, Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima bagi umat muslim yang wajib untuk dunaikan bagi orang yang mampu untuk melakukannya. Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 196 yang artinya:

“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (didalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna.

Ibadah Haji pada umumnya memiliki waktu tertentu yakni dilakukan pada setiap satu tahun sekali oleh umat Islam di dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu, telah menjadi tekat yang kuat pemerintahan Indonesia  untuk terus memperbaiki penyelenggaraan serta meningkatkan layananan haji tidak saja dalam segi tersediannya berbagai kemudahan, baik sebelum maupun selama perjalanan, juga dalam mempersiapkan bekal para jamaah dengan pengetahuan tentang manasik haji

Peningkatan tersebut belum berarti tujuan yang ingin dicapai telah terpenuhi, dibutuhkan kerja keras dan personalia yang berkompeten dalam membimbing calon jamaah haji tersebut.

Para pembimbing haji termasuk dari kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) wajib untuk bisa mengikuti sertifikasi pembimbing sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan haji. Dari 432 KBIH di Jawa Barat sebagian besar sudah ikut serta dalam sertifikasi sehingga tahun depan semua pembimbing KBIH sudah ikut sertifikasi.

Pada tiap KBIH paling tidak minimal seorang pembimbingnya harus ikut serta sertifikasi sebagai syarat untuk perizinan baru, memperpanjang izin, maupun akreditasi.

Sertifikasi pembimbing pada angkatan VIII yang diikuti sebanyak 69 orang yang berasal dari Jawa Barat,  Sumatera Selatan, Lampung, Papua, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Adapun FKKBIH Jabar yang menjadi sebagai penyelenggara sertifikasi bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati dan Kanwil Kemenag Jabar.


Materi sertifikasi mengenai seputar teknik bimbingan haji, manasik haji, dan  manajemen KBIH yang diselenggarakan selama 100 jam pelajaran atau sembilan jam atau sembilan hari. Sertifikasi dibiayai secara mandiri oleh masing-masing KBIH. Pada tahun ini tak ada alokasi anggaran sertifikasi dari pemerintah sehingga KBIH mengadakan sendiri.